DASAR
– DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN
Untuk bab ke 2 dari ilmu dasar akutansi untuk para programer unuk membuat berbagai aplikasi.
- REKENING SEBAGAI ALAT PENCATATAN
Rekening adalah suaatu alat yang digunakan
untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan
aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, biaya.
Tujuan pemakaian rekening untuk mencatat
data yang akan dipakai sebagai dasar menyusun laporan-laporan
keuangan.
Sehingga dengan
menggunakan rekening maka transaksi-transaksi yang terjadi dalam
perusahaan dapat dicatat secara lengkap.
Banyaknya/jumlah
rekening yang ada dalam perusahaan tergantung kebutuhan.
BUKU BESAR (LEDGER)
adalah kumpulan rekening yang digunakan dalam pembukuan suatu
perusahaan.
2 (dua) bentuk buku
besar berupa :
1. Sebuah buku ~ yang
halamannya dipakai sebagai rekening
2. Kumpulan kartu.
- PENGGOLONGAN REKENING
Rekening dibagi menjadi 2 golongan :
- REKENING RIIL (REKENING- REKENING NERACA) :
- Rekening Aktiva
- Rekening Kewajiban
- Rekening Modal
- REKENING NOMINAL (REKENING – REKENING RUGI LABA) :
- Rekening Pendapatan
- Rekening Biaya
- BENTUK DAN ISI REKENING
Bentuk rekening yang
sering digunakan adalah bentuk T
:
NAMA REKENING
(sisi
debet) (sisi kredit)
Secara lengkap bentuk
rekening T:
DEBET NAMA REKENING
KREDIT
-
TGLKETERANGANFJUMLAHTGLKETERANGANFJUMLAH
Contoh rekening kas
yang digunakan Biro Jasa “GESIT” untuk mencatat transaksi :
KAS
|
Tgl
|
Keterangan
|
F
|
Jumlah
|
Tgl
|
Keterangan
|
F
|
Jumlah
|
|
2001
Mrt
1
16
17
25
27
|
Setoran
modal
Penghasilan
Penerimaan
piutang
Utang
Bank Penghasilan
|
27.750.000
|
25.000.000
4.000.000
1.500.000
1.000.000
4.000.000
35.500.000
|
2001
Mrt
2
3
29
31
31
31
31
31
|
Peralatan
kantor
Persekot
sewa
Bayar
hutang
Biaya
gaji
Biaya
listrik&air
Biaya
Telepon
BiayaAdvertensi
Prive
|
|
2.000.000
3.000.000
750.000
600.000
200.000
150.000
50.000
1.000.000
7.750.000
|
Contoh tersebut
menunjukkan fungsi rekening sebagai alat pencatatan transaksi.
Informasi yang dicatat dalam rekening Kas hanya menyangkut transaksi
yang berpengaruh terhadap Kas, jika menambah disisi debet dan jika
mengurangi disisi Kredit. Pada akhir bulan dicari saldo rekening
(selisih jumlah sisi debet dan kredit) dalam contoh saldo rekening
kas sebesar Rp. 27.750.000.
Rekening bersaldo Debet
jika jumlah sisi Debet > jumlah sisi Kredit
Rekening bersaldo Kredit
jika jumlah sisi Kredit > jumlah sisi Debet
Aturan pendebetan dan
pengkreditan serta saldo-saldo terhadap berbagai jenis rekening :
-
JENIS REKENINGPERTAMBAHANPENGURANGANSALDOAKTIVAKEWAJIBANMODALPENDAPATANBIAYADebetKreditKreditKreditDebetKreditDebetDebet
DebetKreditDebetKreditKreditKreditDebet
*
Hubungan Antara Rekening-rekening Riil dan Neraca *
Posisi saldo-saldo
rekening riil didalam buku besar adalah sejalan penyajian pos-pos
dalam neraca.
Rekening-rekening aktiva
(harta) pada sisi kiri neraca biasanya bersaldo debet dan
rekening-rekening kewajiban dan modal pada sisi kanan neraca biasanya
bersaldo kredit. Berdasarkan hubungan tersebut maka pertambahan
aktiva dicatat di sisi debet dan pertamabahan kewajiban dan modal
dicatat di sisi kredit, jika terjadi pengurangan maka berlaku
sebaliknya.
Contoh : hubungan antara
rekening-rekening riil (dalam buku besar) dengan neraca :
- Pada tgl 1 Januari 2000, Tn. Harun mendirikan perusahaan angkutan “LANCAR”, Tn. Harun menyetor uang tunai Rp. 150.000.000.- sebagai modal.
Informasi tersebut dapat
dicatat dalam rekening-rekening buku besar dengan mendebet kas dan
mengkredit rekening modal :
KAS
MODAL
1 150.000.000
1
150.000.000
Jika tgl 1
Januari 2000 disusun Neraca maka tampak sebagai berikut :
PERUSAHAAN ANGKUTAN
“LANCAR”
NERACA
1 JANUARI 2000
AKTIVA
MODAL
KAS
150.000.000 MODAL, Tn. Harun 150.000.000
Jika aktiva Kas dalam
Neraca dicantumkan pada sisi kiri maka dalam Rekening Kas juga
dicatat di sisi kiri (debet), Modal Tn. Harun dalam Neraca
dicantumkan dalam sisi kanan maka rekening Modal juga dicatat di
sebelah kanan.
Jadi saldo-saldo
Rekening Riil jika digabung akan membentuk Neraca, dimana Aktiva
berada di sisi kiri, Kewajiban serta Modal disisi kanan.
*
Hubungan Antara Rekening Nominal dengan Modal
*
Jika Pendapatan >
Biaya Laba dan Modal +
Jika Pendapatan <
Biaya Rugi dan Modal -
*
Rekening Prive *
Pengambilan Prive adalah
: pengambilan barang/uang dari perusahaan untuk keperluan pribadi.
Pengambilan Prive
menyebabkan Modal pemilik berkurang, sehingga pengambilan Prive dapat
dicatat dengan mendebet Rekening Modal tetapi biasanya diadakan
rekening khusus yang disebut REKENING PRIVE.
Perbedaan Prive dengan
Biaya :
> Prive : bukan
elemen biaya yang mengurangi pendapatan, tetapi pengambilannya akan
mengurangi modal pemilik.
> Biaya : mengurangi pendapatan
tetapi tidak mengurangi modal.
- PEMBUKUAN BERPASANGAN
Pembukuan adalah :
sistem pencatatan transaksi-transaksi keuangan dalam suatu perusahaan
.
Prinsip sistem pembukuan
berpasangan yaitu setiap transaksi selalu dicatat dengan mendebet dan
mengkredit dua buah rekening/lebih dengan jumlah yang sama.
- NERACA SALDO
Neraca saldo adalah : daftar yang berisi
saldo-saldo dari seluruh rekening yang ada didalam buku besar pada
suatu saat tertentu.
Tujuan pembuatan neraca saldo :
- untuk menguji kesamaan debet dan kredit dalam buku besar.
- untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan .
Neraca saldo yang disusun pada akhir
bulan pertama sejak perusahaan didirikan merupakan ringkasan
catatan-catatan selam satu bulan dan jika disusun pada akhir
bulan-bulan berikutnya merupakan ringkasan catatan selama beberapa
bulan
Proses pembuatan neraca saldo :
- jumlahkan kolom debet dan kredit semua rekening buku besar (dgn pensil)
- hitung saldo semua rekening dalam buku besar (selisih debet dan kredit)
- susunlah semua rekening yang terdapat dalam buku besar ke neraca saldo sesuai dengan saldonya masing-masing.
Contoh bentuk neraca saldo:
-
NAMA PERUSAHAANNERACA SALDOTGL NERACANAMA REKENINGSALDODEBETKREDIT
Jika sisi debet dan kredit sama jumlahnya,
belum berarti sudah benar semua karena ada kesalahan-kesalahan yang
tidak berpengaruh terhadap keseimbangan debet dan kredit :
- transaksi tidak dicatat dalam buku besar.
- kesalahan pencatatan jumlah rupiah dalam buku besar.
- pendebetan dan pengkreditan dalam rekening yang salah.
- kesalahan yang saling menutupi.
Sebab-sebab
ketidakseimbangan neraca saldo :
- Kesalahan dalam menyusun neraca saldo :a.salah menjumlahkan kolom saldo (Rp)b.1 buah rekening/lebih belum dicantumkan dalam neraca saldo, atau salah menulis jumlah saldonya.
- Kesalahan dalam menentukan saldo rekening :
-
a.salah menghitung jumlah saldo.b.saldo debet ditulis kredit dan sebaliknya.c..salah menghitung jumlah pada salah satu sisi rekening
3. Kesalahan
mencatat transaksi dalam buku besar :
-
a.transaksi telah dicatat dengan jumlah pendebetan dan pengkreditan yang tidak sama.b.pendebetan dicatat sebagai pengkreditan dan sebaliknya.c..lupa mencatat suatu pendebetan/pengkreditan.
LAPORAN
LABA RUGI
adalah : untuk
menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Judul laporan laba
rugi : nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan.
Isi laporan terdiri 3
komponen pokok : pendapatan, biaya, dan laporan laba/rugi.
> Pendapatan :
aliran penerimaan kas/harta lain yang diterima dari konsumen sebagai
hasil penjualan barang/pemberian jasa.
> Biaya :
harga pokok barang yang dijual dan jasa-jasa yang dikon
sumsi
untuk menghasilkan pendapatan.
>
Laba(rugi) : selisih lebih (kurang) antara pendapatan dengan
biaya.
Jika pendapatan >
biaya Laba
Jika pendapatan <
biaya Rugi
Contoh Laporan Laba
Rugi :
PERUSAHAAN ANGKUTAN
“LANCAR”
LAPORAN LABA RUGI
Utk Tahun yg berakhir
31 Desember 2000
Pendapatan Jasa
Rp. 10.000.-
Biaya-biaya operasi :
-
Gaji pegawai Rp. 2.000.-
-
Bensin dan Oli 900.-
-
Asuransi 3000.-
-
Penyusutan kendaraan 100.-
Jumlah Biaya Operasi
6.000.-
Laba Bersih
Rp. 4.000.-
LAPORAN
PERUBAHAN MODAL
adalah : informasi
tentang perubahan modal pemilik,yang terdiri dari 2 bagian :
> Modal bertambah
: - tambahan investasi oleh pemilik
-
perusahaan mendapat laba
> Modal
berkurang :
-
pemilik
mengambil harta perusahaan untuk pribadi.
-
perusahaan menderita rugi.
Contoh laporan
perubahan modal :
Laporan perubahan modal merupakan
“jembatan” antara laporan riil dan neraca, yaitu : data
laba/rugi dalam laporan R/L akan berpengaruh terhadap modal dalam
neraca dan pengaruh laba/rugi terhadap modal diperhitungkan dalam
laporan perubahan modal.
NERACA
adalah : daftar yang
menggambarkan kekayaan, utang dan Modal dalam sebuah perusahaan
Contoh Neraca
:
PERUSAHAAN ANGKUTAN “
LANCAR “
NERACA
31 DESEMBER 2000
AKTIVA
KEWAJIBAN
Kas
Rp. 500.- Hutang dagang Rp.
100.-
Piutang
dagang 200,- Hutang wesel
1.500.-
Perlengkapan
1.000.-
Tanah
900,-
Rp. 1.600.-
Gedung
2.000.- MODAL
Kendaraan
1.000,- Modal, Andi
4.000.-
Jml Aktiva
Rp. 5.600.- Jml Pasiva Rp.
5.600.-