PENYESUAIAN
DAN NERACA LAJUR
A. DASAR AKRUAL ( ACRUAL BASIS ) &
DASAR TUNAI ( CASH BASIS )
Dua dasar pencatatan yang dikenal dalam akuntansi yaitu :
|
1. Dasar Akrual :
|
akuntansi mengakui pengaruh
transaksi pada saat transaksi tersebut
terjadi..
|
|
2. Dasar Tunai :
|
dalam akuntansi hanya akan
dilakukan pencatatan jika sudah
terjadi penerimaan / pengeluaran kas.
|
Keuntungan Dasar Akrual : menghasilkan informasi lebih lengkap daripada
informasi yang dihasilkan oleh dasar
tunai.
B. PERIODE AKUNTANSI
Jangka
waktu periode akuntansi pada umumnya 1 th (1 Januari s/d 31 Desember atau 1 April
s/d 31 Maret) dan pada akhir periode perusahaan akan membuat laporan
keuangan tahunan. Laporan Keuangan
Interim adalah laporan keuangan yg dibuat sebelum
berakhirnya periode akuntansi. Penentuan
periode akuntansi berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan.
C. PROSES PENYESUAIAN
Tujuan :
|
1.
|
:
|
Agar setiap rekening riil,
terutama rekening aktiva dan hutang pada akhir periode menunjukkan jumlah
yang sebenarnya.
|
|
2.
|
:
|
Agar setiap rekening nominal
menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.
|
Saldo-saldo dalam neraca saldo
memerlukan penyesuaian untuk mengakui hal-hal :
|
1.
|
Piutang
Pendapatan
|
|
|
|
yaitu :
|
pendapatan yang sudah menjadi hak
perusahaan tetapi belum dicatat.
|
|
2.
|
Utang Biaya
|
|
|
|
yaitu :
|
biaya-biaya
yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
|
|
3.
|
Pendapatan Diterima Dimuka
|
|
|
|
yaitu :
|
pendapatan yang sudah diterima
tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
|
|
4.
|
Biaya Dibayar Dimuka
|
|
|
|
yaitu :
|
biaya-biaya yang sudah dibayar
tetapi sebenarnya harus dibebankan untuk periode yang akan datang .
|
|
5.
|
Kerugian Piutang
|
|
|
|
yaitu :
|
taksiran kerugian piutang yang
tidak bisa ditagih.
|
|
6.
|
Depresiasi (Penyusutan)
|
|
|
|
yaitu :
|
penyusutan aktiva tetap yang harus
dibebankan pada suatu periode akuntansi.
|
|
7.
|
Biaya Pemakaian Perlengkapan
|
|
|
|
yaitu :
|
bagian dari harga beli
perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.
|
Contoh
Soal dan Pembahasan :
|
PERUSAHAAN
JASA
NERACA SALDO
31 DESEMBER
2003
|
||
|
NAMA REKENING
|
SALDO
|
|
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
Kas
Surat Berharga
Piutang Dagang
Perlengkapan Kantor
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan kantor
Gedung
Tanah
Utang Dagang
Modal
Pendapatan Jasa
Pendapatan Bunga
Pendapatan diterima dimuka
Biaya Kantor
Gaji
Pegawai
Biaya
Advertensi
|
Rp.
500.400
20.000
2.800.000
900.000
20.000
500.000
1.600.000
1.500.000
50.000
150.000
10.000
|
Rp. 1.000.000
1.500.000
3.048.000
2.400
2.500.000
|
|
|
Rp.
8.050.400
|
Rp. 8.050.400
|
Data dalam Neraca Saldo
tersebut belum seluruhnya siap untuk dicantumkan dalam Laporan Keuangan, karena
ada informasi tambahan sbb:
1.
Masih
harus diterima bunga obligasi yang dibeli pada tanggal 2 Nopember 2002 dengan
nilai nominal Rp.20.000,-
bunga 12% yang dibayarkan tiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember.
2.
Gaji
Pegawai yang masih harus dibayar Rp.150.000,-
3.
Dari
seluruh pendapatan diterima dimuka, sejumlah Rp.1.500.000,- diantaranya harus diakui
sebagai pendapatan Jasa untuk tahun 2003
4. Asuransi
dibayar dimuka pada tanggal 31 Desember adalah Rp.5.000,-
5.
Kerugian Piutang ditaksir 2% dari total piutang yang ada
6.
Depresiasi
aktiva tetap dilakukan atas dasar tariff :
a.
Depresiasi
peralatan kantor ditaksir 10% setahun
b.
Depresiasi
gedung ditaksir 5 % setahun
7.
Perlengkapan kantor yang masih tersisa pada akhir periode
sebesar Rp.300.000,-
Ä PEMBAHASAN
Ø 1. Piutang Pendapatan ×
L
Penerimaan bunga yang terakhir dalam tahun 2003 adalah tanggal 1 nopember 2003
Penarikan
bunga berikutnya akan diterima pada tanggal 1 Mei 2004.
Untuk periode 1
Nopember 2003 s/d 1 Mei 2004 :
Bunga antara tgl 1 Nop’03 – 31 Des’03 Bunga
antara 1 Jan’04 – 1 Mei’04
adl: 2/12 X 12% X
Rp. 20.000 = Rp. 400 adl: 4/12 X 12%
X Rp 20.000 = Rp. 800
Pada akhir periode (Th 2003) diadakan penyesuaian untuk
Piutang Bunga Rp. 400,-
Ü Pendapatan bunga
untuk tahun 2003 adalah:
|
Pendapatan bunga (dalam Neraca Saldo Th 2003)
|
Rp. 2.000,-
|
|
Piutang Bunga pada tanggal 31 Des 2003
|
400,-
|
|
|
Rp. 2.400,-
|
Ü Jurnal
penyesuaian untuk mencatat piutang Bunga
|
2003 31
|
|
Piutang Bunga
|
Rp. 400,-
|
-
|
|
|
Des
|
|
|
Pendapatan bunga
|
-
|
Rp. 400,-
|
Ü
Selanjutnya jurnal penyesuaian tersebut diposting ke Buku Besar masing-masing
rekening :
|
§ Piutang Bunga
|
:
|
dicantumkan dalam Neraca sebagai Aktiva lancar
|
|
§ Pendapatan Bunga
|
:
|
dicantumkan dalam laporan Rugi laba sebagai Pendapatan
Lain-lain
|
Ø 2. Utang Gaji ×
Ü Perhitungan
gajhi pegawai untuk tahun 2003 :
|
Gaji Pegawai (dalam neraca saldo)
|
Rp.
150.000,-
|
|
Utang gaji pada tgl 31 Des 2003
|
150.000,-
|
|
Gaji Pegawai tahun 2003
|
Rp. 300.000,-
|
Ü Jurnal
penyesuaian untuk mencatat Utang Biaya :
|
2003 31
|
|
Gaji Pegawai
|
Rp. 150.000,-
|
-
|
|
|
Des
|
|
|
Utang Gaji
|
-
|
Rp. 150.000,-
|
Ü Selanjutnya
jurnal penyesuaian tersebut diposting ke Buku Besar :
|
§ Gaji Pegawai
|
:
|
dicantumkan dalam Lap. Rugi Laba sebagai biaya
operasi
|
|
§ Utang Gaji
|
:
|
Dicantumkan dalam Neraca sebagai Kewajiban Lancar
|
Ø 3. Pendapatan diterima
Dimuka ×
Ü Pendapatan Diterima dimuka harus diperlakukan sebagai UTANG karena perusahaan belum berhak
atas pendapatan tersebut.
Ü Jurnal Penyesuaian untuk mencatat Pendapatan
Diterima Dimuka tergantung pada cara yang digunakan pada waktu membuat jurnal
penerimaan pendapatan yang bersangkutan.
Ü
Pendapatan Diterima Dimuka selama tahun 2003 adalah Rp. 2.500.000,- terdiri
dari:
Pendapatan
Jasa yang diperhitungkan untuk Pendapatan Diterima Dimuka untuk
tahun 2003 adalah Rp. 1.500.000,- tahun 2003 adalah Rp. 1.000.000,-
Pada akhir periode (tahun 2003)
diadakan penyesuaian untuk mencatat Pendapatan Jasa sebesar Rp. 1.500.000,-
Ü
Perhitungan Pendapatan Diterima dimuka untuk tahun 2003 :
|
Pendapaan Diterima Dimuka (dalam Neraca Saldo)
|
Rp.
2.500.000,-
|
|
Pendapatan
Jasa (data penyesuaian)
|
1.500.000,-
|
|
Pendapatan Diterima Dimuka
tahun 2003
|
Rp.
1.000.000,-
|
Ü 2 (Dua) cara
pencatatan Pendapatan Diterima Dimuka:
|
Pendapatan yang diterima dimuka dicatat dalam rekening
Pendapatan Diterima Dimuka
|
Pendapatan yang diterima dimuka dicatat sebagai
Pendapatan Jasa
|
||||||
|
1.
JURNAL:
Pendptn Diterm Dimk - 2.500.000
2.
JURNAL PENYESUAIAN:
Pendapatan Jasa -
1.500.000
3.
BUKU
BESAR :
Pendapatan
Diterima Dimuka
1.500.0000 2.500.000
Pendapatan Jasa
1.500.000
|
1.
JURNAL:
Pendapatan Jasa -
2.500.000
2.
JURNAL
PENYESUAIAN:
Pendptn Ditrm Dimk -
1.000.000
3.
BUKU
BESAR :
Pendapatan Jasa
1.000.0000 2.500.000
Pendapatan
Diterima Dimuka
1.000.000
|
|
● Pendapatan Diterima Dimuka
|
:
|
dicantumkan
pada Neraca sebagai Kewajiban / utang
Lancar
|
|
● Pendapatan Jasa
|
:
|
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba
menambah pendapatan Jasa
|
Ø 4. Biaya Dibayar Dimuka ×
Ü Premi Asuransi yang
dibayar selama tahun 2003 dan dicatat dalam rekening Asuransi Dibayar Dimuka
Rp. 20.000,- terdiri dari:
Asuransi
Dibayar Dimuka yang telah
Asuransi Dibayar Dimuka yang belum
menjadi
Biaya Asuransi adl : Rp. 15.000
menjadi Biaya Asuransi adl : Rp. 5.000
Pada akhir periode akuntansi (31 Des
2003) harus diadakan penyesuaian untuk mencatat biaya asuransi Rp. 15.000,-
Ü Jurnal
Penyesuaian yang dibuat untuk mencatat Asuransi Dibayar Dimuka (biaya dibayar
dimuka) tergantung pada cara yang digunakan pada waktu membuat Jurnal
pembayaran biaya yang bersangkutan.
Ü 2 (dua) cara pencatatan pembayaran premi asuransi:
|
Pembayaran
premi asuransi dicatat dalam rekening Asuransi Dibayar Dimuka
|
Pembayaran
premi asuransi dicatat dalam rekening Biaya Asuransi
|
||||||||||||
|
1. JURNAL:
Kas - 20.000
2. JURNAL PENYESUAIAN:
Asuransi Dibyr Dimuka -
15.000
3. BUKU BESAR :
Biaya Asuransi
15.000
Asuransi Dibayar Dimuka
20.000 15.000
|
1. JURNAL:
Kas - 20.000
2. JURNAL
PENYESUAIAN:
Biaya Asuransi - 5.000
3. BUKU
BESAR :
Biaya Asuransi
20.000 5.000
Asuransi Dibayar Dimuka
5.000
|
|
● Biaya Asuransi
|
:
|
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba
sebagai Biaya operasi
|
|
● Asuransi Dibayar Dimuka
|
:
|
dicantumkan
dalam Neraca Sebagai Aktiva Lancar
|
Ø 5. Kerugian Piutang ×
Ü Pencatatan
Kerugian karena adanya Piutang yang tidak dapat ditagih dapat dilakukan dengan
2 cara :
- Pada saat ada kepastian Piutang tidak mungkin dapat
ditagih
- Pada
periode dimana penjualan terjadi
Ü
Perhitungan kerugian piutang : 2% X Rp. 2.800.000,- = Rp. 56.000,-
Ü Jurnal untuk mencatat
kerugian piutang :
|
2003 31
|
|
Kerugian
Piutang
|
Rp. 56.000,-
|
-
|
|
|
Des
|
|
|
Cadangan
Kerugian Piutang
|
-
|
Rp.
56.000,-
|
Ü Selanjutnya jurnal tersebut diposting
kedalam masing-masing rekening Buku Besar :
|
● Kerugian Piutang
|
:
|
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba
sebagai Biaya Operasi
|
|
● Cadangan Kerugian Piutang
|
:
|
dicantumkan
dalam Neraca sebagai pengurang terhadap saldo Piutang Dagang
|
Ø 6. Depresiasi
(Penyusutan) ×
Ü Semua aktiva
(kecuali tanah) yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk beroperasi
nilainya akan semakin menyusut (factor : iklim, menjadi tua, susut karena
dipakai, dll). Proses tersebut menyebabkan nilai aktiva semakin
berkurang, dan hal tersebut yang
dinamakan penyusutan
Ü Pembebanan
penyusutan dilakukan tiap akhir periode melalui jurnal penyesuaian
Ü Perhitungan Penyusutan :
a.
Depresiasi
Peralatan Kantor : 10% X Rp. 500.000,- = Rp. 50.000,-
b.
Depresiasi
Gedung : 5% X Rp. 1.600.000,- = Rp. 80.000,-
Ü Jurnal
Penyesuaian untuk mencatat penyusutan :
a.
Jurnal penyusutan peralatan kantor :
|
2003 31
|
|
Depresiasi Peralatan Kantor
|
Rp. 50.000,-
|
-
|
|||
|
Des
|
|
|
Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor
|
-
|
Rp. 50.000,-
|
||
b. Jurnal
penyusutan gedung :
|
2003 31
|
|
Depresiasi Gedung
|
Rp. 80.000,-
|
-
|
|||
|
Des
|
|
|
Akumulasi Depresiasi Gedung
|
-
|
Rp. 80.000,-
|
||
Ü
Selanjutnya jurnal tersebut diposting kedalam masing-masing rekening Buku
Besar:
|
● Depresiasi (biaya depresiasi /
biaya penyusutan)
|
:
|
dicantumkan dalam laporan Rugi Laba sebagai Biaya Operasi
|
|
● Akumulasi Depresiasi (akumulasi
penyusutan)
|
:
|
dicantumkan dalam Neraca sebagai
rekening pengurang terhadap rekening peralatan kantor dan gedung.
|
Ü Perlengkapan adalah : bahan-bahan yang dibeli dengan maksud untuk
digunakan dalam operasi perusahaan dan habis dalam satu periode akuntansi (satu
tahun) dan tidak untuk dijual kembali
Ü Perhitungan :
|
Saldo rekening Perlengkapan kantor (dalam Neraca Saldo)
|
Rp. 900.000,-
|
|
Perlengkapan Kantor yang masih tersisa (penyesuaian)
|
300.000,-
|
|
Perlengkapan
yang sudah digunakan
|
Rp 600.000,-
|
Ü Jurnal
untuk mencatat pemakaian perlengkapan:
|
2003 31
|
|
Biaya
Perlengkapan kantor
|
Rp. 600.000,-
|
-
|
|||
|
Des
|
|
|
Perlengkapan Kantor
|
-
|
Rp. 600.000,-
|
||
Ü
Selanjutnya jurnal tersebut diposting kedalam masing-masing rekening Buku
Besar:
- Perlengkapan
Kantor :
dicantumkan dalam Neraca sebagai Aktiva Lancar
- Biaya Perlengkapan Kantor : dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba sebagai
Biaya Operasi
D. NERACA SALDO
SETELAH DISESUAIKAN
-
Jika ayat-ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke dalam Buku
Besar maka sejumlah rekening di Buku Besar akan berubah saldonya dan juga
muncul beberapa rekening baru yang tidak ada dalam Neraca Saldo sebelumnya.
-
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan dapat dikerjakan:
Dari jurnal
penyesuaian lalu membuat kertas kerja 3 (tiga) kolom, yaitu Neraca Saldo
Setelah Disesuaikan (NSSD)
-
Contoh
bentuk NSSD (3 kolom):
|
PERUSAHAAN JASA
NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN
31 DESEMBER 2003
|
||||||
|
Nama rekening
|
Neraca Saldo
|
Penyesuaian
|
Neraca saldo setelah disesuaikan
|
|||
|
D
|
K
|
D
|
K
|
D
|
K
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Fungsi
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan adalah : dengan menggunakan data yang
tercantum dalam kolom NSSD pada kertas kerja maka penyusunan laporan keuangan
dapat disusun dengan akurat.
E.
NERACA LAJUR
Adalah:
suatu kertas berkolom-kolom (berlajur-lajur) yang dirancang untuk menghimpun
semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun
laporan-laporan keuangan dengan cara yang sistematis.
Tujuan pembuatan neraca lajur :
1.
Untuk memudahkan dalam menyusun laporan keuangan .
2.
Untuk meringkas dan menggolongkan informasi dari neraca
saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun
laporan keuangan yang formal.
3.
Untuk mempermudah dalam menemukan kesalahan yang mungkin
dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Contoh Soal:
PERUSAHAAN ANGKUTAN “CEPAT”
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2008
|
NAMA REKENING
|
SALDO
|
|
|
DEBET
|
KREDIT
|
|
|
Kas
Surat Berharga
Piutang Dagang
Perlengkapan Kantor
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan Kantor
Gedung
Kendaraan
Utang Dagang
Modal, Ny Anisa
Pendapatan, Angkutan Cepat
Biaya Kantor
Gaji Pegawai
Biaya
Advertensi
Pendapatan
Bunga
Pendapatan
Sewa
|
45.000
15.000
500.000
200.000
10.000
700.000
3.000.000
3.000.000
40.000
300.000
10.000
|
25.250
5.894.000
1.500.000
750
400.000
|
|
JUMLAH
|
7.820.000
|
7.820.000
|
Informasi Tambahan :
- Pendapatan Bunga yang belum diterima Rp. 1.000.-
- Gaji pegawai bulan Desember yang belum dibayarkan
Rp. 150.000.-
- Pendapatan sewa yang diakui pada tahun 2002 sebesar
Rp.300.000.-
4.
Asuransi dibayar dimuka yang telah terpakai berjumlah
Rp.4.000.-
5.
Kerugian piutang ditaksir sebesar 3 % dari piutang yang
ada
6.
a) Depresiasi peralatan kantor 10 % setahun
b) Depresiasi gedung 5 % setahun
c) Depresiasi kendaraan 10 % setahun
7.
Dari perhitungan fisik terhadap persediaan perlengkapan diperoleh
informasi bahwa perlengkapan yang ada pada akhir periode Rp. 50.000.-
Diminta:
- Buatlah jurnal
penyesuaian Perusahaan Angkutan Cepat
- Susunlah Neraca Lajur
|
PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT
NERACA LAJUR
31 DESEMBER 2008
|
||||||||||
|
NAMA REKENING
|
Neraca Saldo
|
Penyesuaian
|
Neraca Saldo
Setelah Disesuaikan
|
Rugi Laba
|
Neraca
|
|||||
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
Debet
|
Kredit
|
|
|
Kas
|
45.000
|
|
|
|
45.000
|
|
|
|
45.000
|
|
|
Surat
Berharga
|
15.000
|
|
|
|
15.000
|
|
|
|
15.000
|
|
|
Piutang
Dagang
|
500.000
|
|
|
|
500.000
|
|
|
|
500.000
|
|
|
Perlengkapan
Kantor
|
200.000
|
|
|
7) 150.000
|
50.000
|
|
|
|
50.000
|
|
|
Asuransi
Dibyr Dimk
|
10.000
|
|
|
4) 4.000
|
6.000
|
|
|
|
6.000
|
|
|
Peralatan
Kantor
|
700.000
|
|
|
|
700.000
|
|
|
|
700.000
|
|
|
Gedung
|
3.000.000
|
|
|
|
3.000.000
|
|
|
|
3.000.000
|
|
|
Kendaraan
|
3.000.000
|
|
|
|
3.000.000
|
|
|
|
3.000.000
|
|
|
Utang
Dagang
|
|
25.250
|
|
|
|
25.250
|
|
|
|
25.250
|
|
Modal,
Ny. Anisa
|
|
6.094.000
|
|
|
|
6.094.000
|
|
|
|
6.094.000
|
|
Prive,
Ny Anisa
|
200.000
|
|
|
|
200.000
|
|
|
|
200.000
|
|
|
Pendptn,
Angktn Cepat
|
|
1.500.000
|
|
|
|
1.500.000
|
|
1.500.000
|
|
|
|
Biaya
Kantor
|
40.000
|
|
|
|
40.000
|
|
40.000
|
|
|
|
|
Gaji
Pegawai
|
300.000
|
|
2) 150.000
|
|
450.000
|
|
450.000
|
|
|
|
|
Biaya
Advertensi
|
10.000
|
|
|
|
10.000
|
|
10.000
|
|
|
|
|
Pendapatan
Bunga
|
|
750
|
|
1) 1.000
|
|
1.750
|
|
1.750.000
|
|
|
|
Pendapatan
Sewa
|
|
400.000
|
3)
100.000
|
|
|
300.000
|
|
300.000
|
|
|
|
|
8.020.000
|
8.020.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Piutang
Bunga
|
|
|
1) 1.000
|
|
1.000
|
|
|
|
1.000
|
|
|
Utang
Gaji
|
|
|
|
2) 150.000
|
|
150.000
|
|
|
|
150.000
|
|
Pdptn
Sewa Ditrm Dimk
|
|
|
|
3) 100.000
|
|
100.000
|
|
|
|
100.000
|
|
Biaya
Asuransi
|
|
|
4) 4.000
|
|
4.000
|
|
4.000
|
|
|
|
|
Kerugian
Piutang
|
|
|
5) 15.000
|
|
15.000
|
|
15.000
|
|
|
|
|
Cad.
Kerugian piutang
|
|
|
|
5) 15.000
|
|
15.000
|
|
|
|
15.000
|
|
Depr.
Peralatan Kantor
|
|
|
6a) 70.000
|
|
70.000
|
|
70.000
|
|
|
|
|
Akum.
Depr. Prltn Kntr
|
|
|
|
6a) 70.000
|
|
70.000
|
|
|
|
70.000
|
|
Depresiasi
Gedung
|
|
|
6b) 150.000
|
|
150.000
|
|
150.000
|
|
|
|
|
Depresiasi
Kendaraan
|
|
|
6c) 300.000
|
|
300.000
|
|
300.000
|
|
|
|
|
Akum.
Depr. Kendaraan
|
|
|
|
6c) 300.000
|
|
300.000
|
|
|
|
300.000
|
|
Biaya
Perlkpn Kantor
|
|
|
7) 150.000
|
|
150.000
|
|
150.000
|
|
|
|
|
|
|
|
940.000
|
940.000
|
8.706.000
|
8.706.000
|
1.189.000
|
1.801.750
|
7.517.000
|
6.904.250
|
|
|
|
|
|
|
|
|
612.750
|
-
|
-
|
612.750
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.801.750
|
1.801.750
|
7.317.000
|
7.317.000
|