akutansi dasar ke 4 untuk programer

PENYESUAIAN DAN NERACA LAJUR


A.  DASAR AKRUAL ( ACRUAL BASIS )  &   DASAR TUNAI ( CASH BASIS )

    Dua dasar pencatatan yang dikenal dalam akuntansi yaitu :
1. Dasar Akrual    :   
akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi   tersebut terjadi..
2. Dasar Tunai      :        
dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan jika sudah  terjadi penerimaan / pengeluaran kas.

    Keuntungan Dasar Akrual :  menghasilkan informasi lebih lengkap daripada informasi yang   dihasilkan oleh dasar tunai.


B. PERIODE AKUNTANSI
            Jangka waktu periode akuntansi pada umumnya 1 th (1 Januari s/d 31 Desember atau  1 April  s/d 31 Maret) dan pada akhir periode perusahaan akan membuat laporan keuangan tahunan.  Laporan Keuangan Interim   adalah  laporan keuangan yg dibuat sebelum berakhirnya  periode akuntansi. Penentuan periode akuntansi berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan.


C. PROSES PENYESUAIAN

   Tujuan :
1.
:
Agar setiap rekening riil, terutama rekening aktiva dan hutang pada akhir periode menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
2.
:
Agar setiap rekening nominal menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

   Saldo-saldo dalam neraca saldo memerlukan penyesuaian untuk mengakui hal-hal :
1.
Piutang Pendapatan

yaitu :
  pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
2.
Utang Biaya

yaitu : 
biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
3.
Pendapatan Diterima Dimuka

yaitu :
pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
4.
Biaya Dibayar Dimuka

yaitu :
biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan untuk periode yang akan datang .
5.
Kerugian Piutang

yaitu : 
taksiran kerugian piutang yang tidak bisa ditagih.
6.
Depresiasi (Penyusutan)

yaitu :
penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
7.
Biaya Pemakaian Perlengkapan

yaitu :
bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi.



   Contoh Soal dan Pembahasan :                                  
PERUSAHAAN JASA
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2003
NAMA REKENING
SALDO
DEBET
KREDIT
Kas
Surat Berharga
Piutang Dagang
Perlengkapan Kantor
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan kantor
Gedung
Tanah
Utang Dagang
Modal
Pendapatan Jasa
Pendapatan Bunga
Pendapatan diterima dimuka
Biaya Kantor
Gaji Pegawai
Biaya Advertensi
 Rp.         500.400
20.000
2.800.000
900.000
20.000
500.000
1.600.000
1.500.000





50.000
150.000
10.000








Rp.    1.000.000
1.500.000
3.048.000
2.400
2.500.000




 Rp.   8.050.400
Rp.    8.050.400

Data dalam Neraca Saldo tersebut belum seluruhnya siap untuk dicantumkan dalam Laporan Keuangan, karena ada informasi tambahan sbb:
1.    Masih harus diterima bunga obligasi yang dibeli pada tanggal 2 Nopember 2002 dengan nilai nominal Rp.20.000,- bunga 12% yang dibayarkan tiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember.
2.    Gaji Pegawai yang masih harus dibayar Rp.150.000,-
3.    Dari seluruh pendapatan diterima dimuka, sejumlah Rp.1.500.000,- diantaranya harus diakui sebagai pendapatan Jasa untuk tahun 2003
4.    Asuransi dibayar dimuka pada tanggal 31 Desember adalah Rp.5.000,-
5.    Kerugian Piutang ditaksir 2% dari total piutang yang ada
6.    Depresiasi aktiva tetap dilakukan atas dasar tariff :
a.    Depresiasi peralatan kantor ditaksir 10% setahun
b.    Depresiasi gedung ditaksir 5 % setahun
7.    Perlengkapan kantor yang masih tersisa pada akhir periode sebesar Rp.300.000,-
 
















Ä PEMBAHASAN

Ø 1. Piutang Pendapatan ×

 L Penerimaan bunga yang terakhir dalam tahun 2003 adalah tanggal 1 nopember 2003
 


       Penarikan bunga berikutnya akan diterima pada tanggal 1 Mei 2004.

Untuk periode 1 Nopember 2003 s/d 1 Mei 2004 :
                                                              
Bunga antara tgl 1 Nop’03 – 31 Des’03     Bunga antara 1 Jan’04 – 1 Mei’04
adl:  2/12 X 12% X Rp. 20.000 = Rp. 400      adl: 4/12 X 12% X Rp 20.000 = Rp. 800
Pada akhir periode (Th 2003) diadakan penyesuaian untuk Piutang Bunga Rp. 400,-

Ü Pendapatan bunga untuk tahun 2003 adalah:
Pendapatan bunga (dalam Neraca Saldo Th 2003)
Rp. 2.000,-
Piutang Bunga pada tanggal 31 Des 2003
400,-

Rp. 2.400,-

Ü Jurnal penyesuaian untuk mencatat piutang Bunga
2003  31
Piutang Bunga
Rp. 400,-
-
Des


Pendapatan bunga
-
Rp. 400,-

 Ü Selanjutnya jurnal penyesuaian tersebut diposting ke Buku Besar masing-masing rekening :
§  Piutang Bunga             
:
dicantumkan dalam Neraca sebagai Aktiva lancar
§  Pendapatan Bunga          
:
dicantumkan dalam laporan Rugi laba sebagai Pendapatan Lain-lain


Ø 2. Utang Gaji ×

Ü Perhitungan gajhi pegawai untuk tahun 2003 :
Gaji Pegawai (dalam neraca saldo)
Rp. 150.000,-
Utang gaji pada tgl 31 Des 2003  
150.000,-
Gaji Pegawai tahun 2003
Rp. 300.000,-

Ü Jurnal penyesuaian untuk mencatat Utang Biaya :
2003  31
Gaji Pegawai
Rp. 150.000,-
-
Des


Utang Gaji
-
Rp. 150.000,-

Ü Selanjutnya jurnal penyesuaian tersebut diposting ke Buku Besar :
§  Gaji Pegawai
:
dicantumkan dalam Lap. Rugi Laba sebagai biaya operasi
§  Utang Gaji
:
Dicantumkan dalam Neraca sebagai Kewajiban Lancar

     



Ø 3. Pendapatan diterima Dimuka ×

Ü  Pendapatan Diterima dimuka harus diperlakukan sebagai UTANG karena perusahaan belum berhak atas pendapatan tersebut.
Ü  Jurnal Penyesuaian untuk mencatat Pendapatan Diterima Dimuka tergantung pada cara yang digunakan pada waktu membuat jurnal penerimaan pendapatan yang bersangkutan.

Ü Pendapatan Diterima Dimuka selama tahun 2003 adalah Rp. 2.500.000,- terdiri dari:
 

       Pendapatan  Jasa yang diperhitungkan untuk      Pendapatan Diterima Dimuka untuk
       tahun  2003 adalah Rp. 1.500.000,-                       tahun 2003 adalah Rp. 1.000.000,-
 

 
    
      Pada akhir periode (tahun 2003) diadakan penyesuaian untuk mencatat Pendapatan Jasa sebesar Rp. 1.500.000,-

Ü Perhitungan Pendapatan Diterima dimuka untuk tahun 2003 :
Pendapaan Diterima Dimuka (dalam Neraca Saldo)
Rp. 2.500.000,-
Pendapatan Jasa (data penyesuaian)
1.500.000,-
              Pendapatan Diterima Dimuka tahun 2003
Rp.  1.000.000,-


Ü 2 (Dua) cara pencatatan Pendapatan Diterima Dimuka:
     
Pendapatan yang diterima dimuka dicatat dalam rekening Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan yang diterima dimuka dicatat sebagai Pendapatan Jasa

1.    JURNAL:
          Kas                              2.500.000   -
             Pendptn Diterm Dimk    - 2.500.000

2.    JURNAL PENYESUAIAN:
          Pendptn Ditrm Dimk   1.500.000    -
              Pendapatan Jasa        -  1.500.000

3.    BUKU BESAR :

Pendapatan Diterima Dimuka
 

              1.500.0000                     2.500.000

Pendapatan Jasa
                                                                    
                                                     1.500.000

1.      JURNAL:
          Kas                          2.500.000         -
             Pendapatan Jasa        -    2.500.000

2.    JURNAL PENYESUAIAN:
          Pendapatan Jasa       1.000.000     -
              Pendptn Ditrm Dimk   -    1.000.000

3.    BUKU BESAR :

Pendapatan Jasa
 

            1.000.0000                      2.500.000

Pendapatan Diterima Dimuka
 
                                                       1.000.000


●  Pendapatan Diterima Dimuka
:
dicantumkan pada Neraca sebagai Kewajiban / utang  Lancar
●  Pendapatan Jasa
:
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba menambah pendapatan Jasa




Ø 4. Biaya Dibayar Dimuka ×

Ü Premi Asuransi yang dibayar selama tahun 2003 dan dicatat dalam rekening Asuransi Dibayar Dimuka Rp. 20.000,- terdiri dari:
 

      Asuransi Dibayar Dimuka yang telah              Asuransi Dibayar Dimuka yang belum
      menjadi Biaya Asuransi adl : Rp. 15.000        menjadi Biaya Asuransi adl : Rp. 5.000
 


   
      Pada akhir periode akuntansi (31 Des 2003) harus diadakan penyesuaian untuk mencatat biaya asuransi Rp. 15.000,-

Ü Jurnal Penyesuaian yang dibuat untuk mencatat Asuransi Dibayar Dimuka (biaya dibayar dimuka) tergantung pada cara yang digunakan pada waktu membuat Jurnal pembayaran biaya yang bersangkutan.

Ü 2 (dua) cara pencatatan pembayaran premi asuransi:
   
Pembayaran premi asuransi dicatat dalam rekening Asuransi Dibayar Dimuka
Pembayaran premi asuransi dicatat dalam rekening Biaya Asuransi

1.    JURNAL:
       Asuransi Dibayar Dimk   20.000    -
         Kas                                   - 20.000

2.     JURNAL PENYESUAIAN:
       Biaya Asuransi               15.000    -
          Asuransi Dibyr Dimuka   -  15.000

3.     BUKU BESAR :

Biaya Asuransi
 

                 15.000                                         


Asuransi Dibayar Dimuka
 

                  20.000                       15.000

1.  JURNAL:
       Asuransi Dibyr Dimuka    20.000   -
           Kas                                  - 20.000

2. JURNAL PENYESUAIAN:
       Asuransi Dibyr Dimuka      5.000   -
           Biaya Asuransi                 -  5.000

3. BUKU BESAR :

Biaya Asuransi
 

                 20.000                          5.000


 Asuransi Dibayar Dimuka
 

                      5.000                                                          

●  Biaya Asuransi
:
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba sebagai Biaya operasi
●  Asuransi Dibayar Dimuka
:
dicantumkan dalam Neraca Sebagai Aktiva Lancar










Ø 5. Kerugian Piutang ×

Ü Pencatatan Kerugian karena adanya Piutang yang tidak dapat ditagih dapat dilakukan dengan 2 cara :
  1. Pada saat ada kepastian Piutang tidak mungkin dapat ditagih
  2. Pada periode dimana penjualan terjadi

Ü Perhitungan kerugian piutang : 2% X Rp. 2.800.000,- = Rp. 56.000,-

Ü Jurnal untuk mencatat kerugian piutang :

2003  31
Kerugian Piutang
Rp. 56.000,-
-
Des


Cadangan Kerugian Piutang
-
Rp. 56.000,-

Ü Selanjutnya jurnal tersebut diposting kedalam masing-masing rekening Buku Besar :
●  Kerugian Piutang
:
dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba sebagai Biaya Operasi
●  Cadangan Kerugian Piutang
:
dicantumkan dalam Neraca sebagai pengurang terhadap saldo Piutang Dagang



Ø 6. Depresiasi (Penyusutan) ×

Ü Semua aktiva (kecuali tanah) yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk beroperasi nilainya akan semakin menyusut (factor : iklim, menjadi tua, susut karena dipakai, dll). Proses tersebut menyebabkan nilai aktiva semakin berkurang, dan   hal tersebut yang dinamakan penyusutan

Ü Pembebanan penyusutan dilakukan tiap akhir periode melalui jurnal penyesuaian

Ü Perhitungan Penyusutan :
a.    Depresiasi Peralatan Kantor : 10% X Rp. 500.000,- = Rp. 50.000,-
b.    Depresiasi Gedung : 5% X Rp. 1.600.000,- = Rp. 80.000,-

Ü Jurnal Penyesuaian untuk mencatat penyusutan :

            a. Jurnal penyusutan peralatan kantor :
2003  31
Depresiasi Peralatan Kantor
Rp. 50.000,-
-

Des


Akumulasi Depresiasi Peralatan kantor
-
Rp. 50.000,-


b. Jurnal penyusutan gedung :
2003  31
Depresiasi Gedung
Rp. 80.000,-
-

Des


Akumulasi Depresiasi Gedung 
-
Rp. 80.000,-


Ü Selanjutnya jurnal tersebut diposting kedalam masing-masing rekening Buku Besar:
●  Depresiasi (biaya depresiasi / biaya penyusutan)
:
dicantumkan dalam laporan Rugi   Laba sebagai Biaya Operasi
●  Akumulasi Depresiasi (akumulasi penyusutan)
:
dicantumkan dalam Neraca sebagai rekening pengurang terhadap rekening peralatan kantor dan gedung.
Ø 7. Pemakaian Perlengkapan ×

Ü  Perlengkapan adalah :  bahan-bahan yang dibeli dengan maksud untuk digunakan dalam operasi perusahaan dan habis dalam satu periode akuntansi (satu tahun) dan tidak untuk dijual kembali

Ü  Perhitungan :
Saldo rekening Perlengkapan kantor (dalam Neraca Saldo)
Rp. 900.000,-
Perlengkapan Kantor yang masih tersisa (penyesuaian)
300.000,-
              Perlengkapan yang sudah digunakan
Rp  600.000,-

Ü Jurnal untuk mencatat pemakaian perlengkapan:
2003  31
Biaya  Perlengkapan kantor
Rp. 600.000,-
-

Des


Perlengkapan Kantor
-
Rp. 600.000,-


           
Ü Selanjutnya jurnal tersebut diposting kedalam masing-masing rekening Buku Besar:
     - Perlengkapan Kantor  :  dicantumkan dalam Neraca sebagai Aktiva Lancar
     - Biaya Perlengkapan Kantor :  dicantumkan dalam Laporan Rugi Laba sebagai Biaya Operasi


D. NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN

-          Jika ayat-ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke dalam Buku Besar maka sejumlah rekening di Buku Besar akan berubah saldonya dan juga muncul beberapa rekening baru yang tidak ada dalam Neraca Saldo sebelumnya.
-          Neraca Saldo Setelah Disesuaikan dapat dikerjakan:
               Dari jurnal penyesuian langsung ke Buku Besar “atau”
               Dari jurnal penyesuaian lalu membuat kertas kerja 3 (tiga) kolom, yaitu Neraca Saldo Setelah Disesuaikan (NSSD)


-          Contoh bentuk NSSD (3 kolom):
PERUSAHAAN JASA
NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN
31 DESEMBER 2003
Nama rekening
Neraca Saldo
Penyesuaian
Neraca saldo setelah disesuaikan
D
K
D
K
D
K











-          Fungsi Neraca Saldo Setelah Disesuaikan adalah : dengan menggunakan data yang tercantum dalam kolom NSSD pada kertas kerja maka penyusunan laporan keuangan dapat disusun dengan akurat.





E.  NERACA LAJUR

Adalah: suatu kertas berkolom-kolom (berlajur-lajur) yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan-laporan keuangan dengan cara yang sistematis.

Tujuan pembuatan neraca lajur :
1.    Untuk memudahkan dalam menyusun laporan keuangan .
2.    Untuk meringkas dan menggolongkan informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
3.    Untuk mempermudah dalam menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

Contoh Soal:
PERUSAHAAN ANGKUTAN “CEPAT”
NERACA SALDO
31 DESEMBER 2008
NAMA REKENING
SALDO
DEBET
KREDIT
Kas                                                       
Surat Berharga
Piutang Dagang
Perlengkapan Kantor
Asuransi Dibayar Dimuka
Peralatan Kantor
Gedung
Kendaraan
Utang Dagang
Modal, Ny Anisa
Pendapatan, Angkutan Cepat
Biaya Kantor                                
Gaji Pegawai
Biaya Advertensi
Pendapatan Bunga
Pendapatan Sewa
45.000
15.000
500.000
200.000
10.000
700.000
3.000.000
3.000.000



40.000
300.000
10.000

                 








25.250
5.894.000
1.500.000



750
400.000
JUMLAH
7.820.000
7.820.000
 Informasi Tambahan :
  1. Pendapatan Bunga yang belum diterima Rp. 1.000.-
  2. Gaji pegawai bulan Desember yang belum dibayarkan Rp. 150.000.-
  3. Pendapatan sewa yang diakui pada tahun 2002 sebesar Rp.300.000.-
4.    Asuransi dibayar dimuka yang telah terpakai berjumlah Rp.4.000.-
5.    Kerugian piutang ditaksir sebesar 3 % dari piutang yang ada
6.    a)   Depresiasi peralatan kantor 10 % setahun
b)   Depresiasi gedung 5 % setahun
c)   Depresiasi kendaraan 10 % setahun
     7.   Dari perhitungan fisik terhadap persediaan perlengkapan diperoleh informasi bahwa perlengkapan yang ada pada akhir periode Rp. 50.000.-
Diminta:
  1. Buatlah jurnal penyesuaian Perusahaan Angkutan Cepat
  2. Susunlah Neraca Lajur



PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT
NERACA LAJUR
31 DESEMBER 2008
NAMA REKENING
Neraca Saldo
Penyesuaian
Neraca Saldo
Setelah Disesuaikan
Rugi Laba
Neraca
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Debet
Kredit
Kas
45.000



45.000



45.000

Surat Berharga
15.000



15.000



15.000

Piutang Dagang
500.000



500.000



500.000

Perlengkapan Kantor
200.000


7)        150.000
50.000



50.000

Asuransi Dibyr Dimk
10.000


4)            4.000
6.000



6.000

Peralatan Kantor
700.000



700.000



700.000

Gedung
3.000.000



3.000.000



3.000.000

Kendaraan
3.000.000



3.000.000



3.000.000

Utang Dagang

25.250



25.250



25.250
Modal, Ny. Anisa

6.094.000



6.094.000



6.094.000
Prive, Ny Anisa
200.000



200.000



200.000

Pendptn, Angktn Cepat

1.500.000



1.500.000

1.500.000


Biaya Kantor
40.000



40.000

40.000



Gaji Pegawai
300.000

2)      150.000

450.000

450.000



Biaya Advertensi
10.000



10.000

10.000



Pendapatan Bunga

750

1)            1.000

1.750

1.750.000


Pendapatan Sewa

400.000
 3)   100.000


300.000

300.000



8.020.000
8.020.000








Piutang Bunga


1)          1.000

1.000



1.000

Utang Gaji



2)        150.000

150.000



150.000
Pdptn Sewa Ditrm Dimk



3)        100.000

100.000



100.000
Biaya Asuransi


4)          4.000

4.000

4.000



Kerugian Piutang


5)        15.000

15.000

15.000



Cad. Kerugian piutang



5)          15.000

15.000



15.000
Depr. Peralatan Kantor


6a)      70.000

70.000

70.000



Akum. Depr.  Prltn Kntr



6a)        70.000

70.000



70.000
Depresiasi Gedung


6b)    150.000

150.000

150.000



Depresiasi Kendaraan


6c)    300.000

300.000

300.000



Akum. Depr.  Kendaraan



6c)      300.000

300.000



300.000
Biaya Perlkpn  Kantor


7)      150.000

150.000

150.000






         940.000
940.000
8.706.000
8.706.000
1.189.000
1.801.750
7.517.000
6.904.250







612.750
-
-
612.750







1.801.750
1.801.750
7.317.000
7.317.000


Related Posts
Previous
« Prev Post